Attention

Sabtu, 27 April 2013

Belajar2




Belajar
Belajar adalah suatu aktivitas yang di dalamnya terdapat sebuah proses dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mengerti menjadi mengerti, tidak bisa menjadi bisa untuk mencapai hasil yang optimal.

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat.
Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon.[1] Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.
Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respon berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respon, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respon) harus dapat diamati dan diukur.

 Hakekat Belajar

Banyak orang berpendapat bahwa belajar adalah aktivitas yang dilakukan oleh seorang pelajar saja. Baik mereka yang sedang belajar di tingkat sekolah dasar, sekolah tingkat pertama, sekolah tingkat atas, atau di perguruan tinggi. Atau paling tidak mereka yang sedang mengikuti kursus, pelatihan dan kegiatan pendidikan lainnya.
Pendapat seperti itu memandang belajar secara sempit sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh seseorang yang sedang menempuh pendidikan. Pada hal pengertian belajar itu sendiri sangat luas dan tidak hanya sebagai kegiatan dibangku sekolah saja. Bahkan sepanjang hayat hidup manusia tidak terlepas dari kegiatan belajar.
Belajar merupakan aktivitas yang dilakukan seseorang untuk mendapatkan perubahan dalam dirinya melalui pelatihan-pelatihan atau pengalaman-pengalaman. Seorang ibu yang mengikuti seminar tentang pengaturan uang keluarga akan mendapatkan pengetahuan tentang mengelola uang keluarga yang kemudian mempengaruhi caranya mengelola uang keluarga. Sebelum seseorang bisa mengendarai sepeda, ia belajar lebih dahulu bagaimana caranya mengendarai sepeda. Dari contoh tersebut, jelaslah bahwa belajar bukan hanya aktivitas yang dilakukan hanya oleh pelajar, tetapi bisa juga ibu rumah tangga dan lain sebagainya.
Belajar dapat membawa perubahan bagi si pelaku. Baik perubahan pengetahuan, sikap, maupun keterampilan. Dengan perubahan hasil belajar tersebut, membantu orang untuk dapat memecahkan permasalahan dalam hidupnya serta dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Perubahan-perubahan hasil belajar tersebut dapat perubahan kea rah positif atau negative.

  

Kamis, 25 April 2013

Macam-macam permainan

Permainan itu bermacam2.Ada banyak,tapi kalo yang ini permainan daerah:
      Permainan anak-anak dahulu sangatlah beragam, dari yang klasik hingga yang mengeluarkan keringat luar biasa. Namun sekarang seolah-olah permainan itu telah dikubur dalam-dalam pada ingatan orang tua. Ada rasa enggan atau apalah yang sering terbesit ketika membeli mainan baru kepada anak-anak.

Kita rindu akan munculnya permainan anak-anak yang bernuansa tradisional. Karena disetiap permainan pasti mengandung nilai etika yang disisipkan dalam permainan itu. Ada juga yang mengedepankan sportif dan sifat berlomba-lomba. Mari kita lihat, apa-apa saja jenis per mainan anak-anak Indonesia.
  

1. Aci sorok, sorok-sorok, sembunyi-sembunyi, mancis, petak umpet, main kodok.
2. main atu panggang (gayo) dan atu anak (lonok)
3. main Kansas (disepak atau dipukul dengan sandal).
4. main tiin (batok kelapa atau batu bata)
5. Congkak, Jongkok, Congklak (Indonesia).
7. main patok lele (batang rumbia)
8.  main sampan (dari pelepah rumbia)
9. Sepak raga, timang bola, bola raga.
10. Wau, Layang-layang, Layangan.
11. main karet, (wanita > melompat . laki-laki menembak)
12. main kucing-kucingan
13. main mobil-mobilan terbuat dari papan atau bamboo.
14. main hompimpah (hompimpah alaiung gambreng…)
15. main klereng, guli.
16. Main getah, lompat getah, lompat tali.
17. main samarlang/sambar lang
18. Wan tu som, One Two Zoom, Batu-Gunting-Kertas.
19. pok pok pisang.
20. ular naga.
21. cak kucir lewe-lewe.
22. Kabadi, hadudu, bengal.
23. Kercang, kercang panah, kercang kawin.
25. Selotop, pistol buluh, selontop Letop (gayo).
26. main serimbang, serimang.
27. main cina buta.
28. main kuda lumping.
29. main laga ayam (dari rumput)
30. rumah-rumahan, jual-jualan.

Bagaimana sahabat semua, banyakkan macam-macam permainan anak-anak indonesia. nah, bagi sahabat yang ingin menambahkan, bisa kok. ditambahkan di kolom komentar ya sahabat. :) Dadadaddada!

Rabu, 17 April 2013

kerugian dari sering bermain

Kita tidak mungkin bermain terus karena akan mengakibatkan kerugian,apa lagi jika sering bermain game  ,seperti ini kerugiannya,:
          Menggangu Pekerjaan
Bermain game yang berlebihan dapat mengganggu pekerjaan anda. Apalagi jika game yang di mainkan sanagat seru dan menyenangkan, orang dapat saja bermain hingga hampir seharian penuh dan melupakan semua pekerjaan.Terlebih untuk anak sekolah, banyak anak menghabiskan waktunya untuk bermain game dan melupakan tugas utama mereka yaitu belajar dan sekolah. Hal tersebut akhirnya berdampak pada hasil pendidikan mereka, seperti nilai rendah dan sering "bolos" hanya untuk bermain game.



Keuangan
Mengapa keuangan berkaitan dengan game?
Ya tentu saja ada kaitannya, dalam sejumlah game membutuhkan uang untuk kelangsungan gamenya. Terutama game online, dimana di dalam game online pihak developer(penyedia game) telah menyediakan barang-barang yang tidak mungkin dimiliki dengan mata uang dalam game tersebut. Dengan demikian terpaksa penikmat game online harus rela "merogoh" dompet mereka untuk menjadi yang terhebat di dalam game.



Emosi
Sering kali orang yang bermain game mengalami gangguan mental. Mengapa saya bilang begitu?
Karena seorang yang bermain game berlebihan emosinya akan terbawa tanpa di sadari oleh dirinya sendiri. Coba saja orang yang bermain game dan selalu kalah atau tidak pernah melewati tantangan tertentu, dia akan mudah marah kepada siapa pun yang mencoba mengganggunya. Memaki-maki, membanting peralatan gamenya dan bahkan berprilaku sensitif sepanjang hari merupakan dampak apabila salah menikmati game itu sendiri.

Mengganggu Pikiran
Bermain game yang berlebihan dapat mengganggu pikirannya. Mereka sering kali menghayal akan sesuatu yang berlebihan dan tidak mungkin. Hal ini dapat membuat seseorang depresi karena memikirkan sesuatu yang tidak kunjung tercapai dapat membebani pikiran kita.

Gangguan Kesehatan
Gangguan yang paling mudah di alami seorang penikmat game yakni gangguan mata. Dikarenakan memaksakan mata menatap efek cahaya dan radiasi oleh monitor atau TV saat bermain game. Selain itu tubuh juga mengalami kerugian apabila bermain game berlebihan. Apabila kita bermain game berlebihan kita duduk dan hampir tidak bergerak selama berjam-jam dapat menyebabkan osteoporosis di usia dini. Efek kesehatan yang paling berbahaya yaitu Sindrom Carpal Tunnel dimana orang yang bermain game komputer sering kali menumpukan pergelangan tangan pada sudut meja yang dapat menekan kerja syaraf pada pergelangan tangan. Yang mengakibatkan tangan sering terasa nyeri, mati rasa, tidak bertenaga, dan tidak mampu menggenggam sesuatu dengan erat. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada tangan.



Kecanduan
Orang yang bermain game berlebihan dapat mengalami kecanduan. Game yang menarik dan seru merangsang otak kita agar selalu memainkan game tersebut. Sehingga sulit untuk berhenti menikmati sebuah game. Cara untuk berhenti mungkin apabila kita menemukan sesuatu yang lebih menyenangkan dari game itu sendiri namun kenyataanya bagi seorang gamers tak ada yang lebih menyenangkan daripada bermain game.

Cinta dan Asmara
Dalam hal cinta dan asmara game juga memberikan kerugian. Hal ini dikarenakan seorang gamers biasanya lebih mementingkan bermain game daripada kekasihnya sendiri. Bahkan ada seorang suami tidak memperdulikan istrinya sendiri karena sibuk bermain game.

Nah...sudah tahukan apa saja kerugian bermain game berlebihan. Sepertinya masih banyak lagi kerugian-kerugian dari bermain game, tapi itu saja yang bisa saya bagikan buat kalian semua sekarang. Mungkin apabila ada yang masih punya kerugian-kerugian lainnya silahkan koment aja. Agar bisa membantu orang lain yang belum begitu tahu tentang manfaat dan juga kerugian dalam bermain game. Jadi bermain game sewajarnya dan nikmatilah game sebaik-baiknya.  

Bermain

Kita pasti gag mungkin kan belajar trs ,pasti ada mainnya..Ternya Bermain itu ada manfaatnya loh,,yuk kita lihat
                     Pertumbuhan Fisik
membantu pertumbuhan fisik, dan
menunjang kesehatan fisik anak,
mengembangkan kemampuan motorik
halus & motorik kasar
                     Pertumbuhan Sosial
meningkatkan keterampilan sosial,
belajar menghargai orang lain,
menolong orang lain, mengendalikan
diri, menghormati orangtua, melindungi
yang lemah, menghargai aturan, dsb.
                      Pertumbuhan Emosi
mengerti arti kemenangan,
kekalahan, keadilan, mengendalikan
emosi dan tidak egois.
                        Pertumbuhan intelektual
mengembangkan kemampuan
berpikir, mengungkapkan pendapat,
menambah pengetahuan
Ternyata peran dari bermain itu ada nie dia!

                Peran Permainan
• Membuat anak rileks
• Membuat anak melepaskan topeng
• Mengembangkan kemampuan anak
                 Jenis Permainan
• perseorangan
• serius/penuh emosi
• pelepasan stress
• isi waktu luang
               Pentingnya Permainan
• Memperoleh keterampilan sosial
• Menumbuhkan kemampuan bekerjasama
• Mengembangkan kreativitas

Belajar

Kalian pasti pernah belajar .Nggak semua orang loh suka belajar kalo lagi ada mood ajja,baru mw belajar yakan???????
           Hari ini kita lihat manfaaat dari belajat itu :
Mendengar kata belajar mungkin sudah tidak terasa asing lagi di telinga semua orang yang hamper membuat kebanyakan orang menjadi “ALERGI” untuk mendengarnya. Karena yang terbayang dibenak semua orang adalah setumpuk buku-buku yang ada di hadapan mereka untuk dibaca dan dipelajari semuanya, yang akan menjadi membosankan. Kenapa orang-orang trsebut merasa bosan dengian orang-orang tersebut yang berasumsi bahwa mereka sudah lama lulus sekolah, jadi untuk apa belajar. Orang seperti itu berfikir demikian karena mereka tidak melihat atupun belum menikmati manfaat dahsyat dari kegiatn “belajar”.
Dalam dunia usaha kata belajar itu sangat menjadi keharusan. Tanpa belajar, pelaku usaha akan terasa bahwa usahanya akan jauh tertinggal dan tersingkirkan dari persaingan, karena dengan belajar menumbuhkan inovasi, inovasi melahirkan perubahan positif yang diperlukan dalam usaha. Belajar juga harus membutuhkan waktu yang sangat cepat, bahkan lebih cepat dari pesaing-pesaing, agar usaha yang dijalankan berjalan dengan pesat. Dengan belajar inilah melahirkan manfaat-manfaat yang bias diambil, diantaranya adalah :
• Dengan belajar dapat menumbuhkan kebiasaan pada diri orang tersebut.
• Dengan belajar dapat menumbuhkan motifasi pada diri orang tersebut dan dapat menjadikan seseorang sukses.
• Dengan belajar akan menambah banyak ilmu pengetahuan.
• Dapat menjadi orang yang diperlukan bagi lingkungan kita.
• Dapat menambah keterampilan pada diri kita.
Dengan belajar inilah akam menghasilkan sesuatu yang lebih baik pula. Prinsip dari belajar itu sendiri adalah komitmen. Komitmen secara fisik, mental dan emosional. Komitmen fisik itu adalah menyediakan waktu khusus untuk belajar, terlibat scara fisk dalam mencari bahan-bahan yang harus dipelajari, ataupun mencatat hal-hal penting yang didapat dalam belajar. Komitmen secara mental memprose informasi yang didapatkan(bukan skedar mendengar informasi selintas dengan dari kuping kiri ke kuping kanan saja). Komitmen secara emosional adalah dengan menerapkan rasa “senang” dan “suka” dalam belajar pelajaran maupun sesulit apapun.